KULONOPROGO (KRjogja.com)
- Truk tronton BK-8744-TD bermuatan 25 ton garam terperosok ke parit
Jembatan Bantar, Pedukuhan Malangan, Desa Banguncipto, Kecamatan
Sentolo, Senin (15/09/2014). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa
tersebut, namun truk yang nyungsep di parit sempat menjadi tontonan para
pengguna jalan.
Terperosoknya truk tronton yang dikemudikan Sugiyo warga Kudus Jateng bermula saat mobil dari Kudus Jateng tujuan Jakarta itu melintas di ruas jalan dekat Jembatan Bantar. Begitu sampai di lokasi kejadian yang agak menanjak, truk tersebut tidak kuat sehingga berhenti sesaat kemudian mundur lalu terperosok ke dalam parit. "Selain tidak kuat nanjak ternyata remnya juga blong," kata kernet truk yang mengangkut garam krokos Andi Tri Setiawan.
Sopir dan kernet mengaku memang belum begitu paham medan jalur selatan Jawa, karena selama ini awak angkutan truk tronton biasa menggunakan jalur Pantai Utara (Pantura). Sejak jembatan Comal di Banyumas Jateng ambles, mereka terpaksa menggunakan jalur selatan.
"Kalau bisa memilih sebenarnya kami lebih senang lewat jalur Pantura. Lewat selatan selain karena belum paham jalurnya, biaya operasionalnya juga lebih banyak. Sudah pernah lewat beberapa kali tapi belum hapal betul medannya," tutur Andi.
Terpisah Kanit Laka Lantas Polres Kulonprogo Iptu Sigit Purnomo menegaskan, kecelakaan tunggal yang dialami truk pengangkut garam tersebut murni human error. "Pengemudi truk gagal mengoper persneling sehingga mengakibatkan tidak kuat menandak dan akhirnya mundur dan terperosok," terangnya. (Wid/Rul)
Terperosoknya truk tronton yang dikemudikan Sugiyo warga Kudus Jateng bermula saat mobil dari Kudus Jateng tujuan Jakarta itu melintas di ruas jalan dekat Jembatan Bantar. Begitu sampai di lokasi kejadian yang agak menanjak, truk tersebut tidak kuat sehingga berhenti sesaat kemudian mundur lalu terperosok ke dalam parit. "Selain tidak kuat nanjak ternyata remnya juga blong," kata kernet truk yang mengangkut garam krokos Andi Tri Setiawan.
Sopir dan kernet mengaku memang belum begitu paham medan jalur selatan Jawa, karena selama ini awak angkutan truk tronton biasa menggunakan jalur Pantai Utara (Pantura). Sejak jembatan Comal di Banyumas Jateng ambles, mereka terpaksa menggunakan jalur selatan.
"Kalau bisa memilih sebenarnya kami lebih senang lewat jalur Pantura. Lewat selatan selain karena belum paham jalurnya, biaya operasionalnya juga lebih banyak. Sudah pernah lewat beberapa kali tapi belum hapal betul medannya," tutur Andi.
Terpisah Kanit Laka Lantas Polres Kulonprogo Iptu Sigit Purnomo menegaskan, kecelakaan tunggal yang dialami truk pengangkut garam tersebut murni human error. "Pengemudi truk gagal mengoper persneling sehingga mengakibatkan tidak kuat menandak dan akhirnya mundur dan terperosok," terangnya. (Wid/Rul)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar